Barusan pulang dari sholat Ied di Masjid Jami’ Jombang. Iya … lebaran kali ini kita sekeluarga sholat di Jombang. Ada beberapa hal menarik yang bisa ditulis disini …
Fuih … yang sholat buuuuanyak banget. Masak tadinya mau bawa mobil, eee … lha kok disuruh parkirnya nggak jauh dari rumah (:p) [emang rumah juga nggak terlalu jauh dari Masjid Jami’ sih, tapi bawa mobil tadi itu biar ndak telat], ya akhirnya balik aja, parkir di rumah … setelah sebelumnya nurunin Zaldy biar jalan bareng sama Om Opik.
Seperti biasa, orang-orang lebih mendulukan shaf yang diluar (di jalan deket-deket Masjid), sementara yang di halaman masjid, apalagi di dalam masjid masih banyak yang bisa diisi (kalo yang di dalam masjid, mungkin memang ada yang menganut paham, sholat Ied harus diluar masjid). Akhirnya kita masuk aja ke dalam masjid.
Dan seperti biasa juga, sebelum acara sholat Ied dimulai, selalu saja ada sambutan dari yang terhormat Bapak Bupati Jombang. Yang saya nggak terlalu sreg dengan seremoni ini adalah, si Bapak memberikan sambutan tidak lagi ala kadarnya, tetapi sudah termasuk kategori panjang lebar. Udah mirip sama khotbah Ied itu sendiri (:p).
Nah ini yang agak mengganggu, pas raka’at kedua, Pak Imam lupa untuk melakukan takbir sebanyak 5x sebelum membaca Al-Fatihah. Mungkin karena sifatnya yang sunnah, jadi nggak ada yang ngingetin, satu masjid diem semua (tidak terdengar ’subhanallah’ sama sekali, hening). Tapi kayaknya, Pak Imam menyadari ke-alpa-annya, karena beberapa saat sesudah membaca Fatihah, ada jeda di bacaannya. Ya sudah, semoga sholat kita semua tetap menjadi ibadah yang diterima Allah swt. Amien …