Sehari-Hari, WisataApril 17, 2006 6:12 am

Udah lama lho kita tinggal di Bekasi, sejak akhir 99. Selama itu, baru kali inilah kita mengunjungi mall yang satu ini, Grand Mall. Yang puuualing sering kita datengi ya Metropolitan Mall (MM), dan dulu Goro Pekayon (hampir tiap minggu) sebelum menjadi almarhum.

Karena baru pertama ke daerah sana, kita jadi agak bingung. Mall-nya kan ada di kanan jalan, tapi kita nggak berani langsung belok kanan, karena garis di jalan-nya enggak putus-putus. Akhirnya, kita puter dulu … agak jauh … macetnya itu lho yang bikin agak jengkel. Untung aja hari libur, jadi nggak terlalu lama ngantri nungguin angkot dan bis ngetem.

Nyampe’ di GrandMall nanya dulu ke petugas di pintu masuk parkiran, sebenarnya boleh nggak sih kalau kita langsung belok kanan? Ternyata boleh-boleh aja … :p

Parkiran nggak terlalu penuh. Kayaknya mallnya juga nggak terlalu penuh.

Ternyata … biasa-biasa aja … kayak mall-mall lain, nggak ada yang terlalu istimewa. Mungkin yang agak nyleneh adalah jet-coaster mini yang ada di lantai paling atas. Sayang nggak buka, padahal tulisannya: buka hari Sabtu - Minggu - dan tanggal merah (lha sekarang kan tanggal merah). Zaldy bilang, “Yah, kapan-kapan kalo kesini lagi, aku pengen naik ya …”

Muter-muter dari lantai basement sampai ke lantai paling atas. Sempat beli-beli beberapa barang di toko 5ribuan, sama di Valu$ yang kayaknya udah mau bangkrut, soalnya semua barangnya di-discount jadi seribuan. Setelah itu, beli es krim di McD yang ada di ground, lalu pulang …

WisataApril 9, 2006 5:29 pm

Lagi-lagi liburan panjang, walaupun kali ini nggak terlalu panjang, “cuman” 3 hari (Sabtu-Minggu-Senin).

Biar engga’ bosen, jalan-jalan kita kali ini sengaja mengambil tujuan daerah yang agak “aneh”, yaitu bendungan Jatiluhur, yang dimanfaatin juga sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Berangkat dari rumah jam 09:00, masuk tol Cikampek ke arah Bandung lewat ruas Cipularang, keluar di pintu keluar Jatiluhur. Mungkin karena masih agak pagi, atau hari ini adalah hari kedua liburan, jalanan engga’ terlalu macet, malah cenderung sepi di ruas Cipularang-nya.

Nyampe’ Jatiluhur jam 10:15, muter-muter dulu, karena daerahnya memang masih agak asing, lalu iseng masuk aja ke lokasi yang ada tulisannya Waduk Jatiluhur. Ternyata sama Pak Satpam ditanyain surat masuk-nya (katanya bisa dapet di bagian Humas). “Wah, nggak ada tuh Pak” … Pas kita mau puter balik ke daerah wisatanya, si Bapak bilang, “Ya kalau nggak ada surat, bisa sih masuk tapi bayar, 2500 per-orang …” Ternyata … :p

Di bendungannya, yang bisa diliat adalah bangunan bulet buuuesar dan duuualem (kayaknya sih bagian utama dari PLTA-nya). Setelah puter-puter di jalan yang disediakan, kita pergi ke terowongan (dapet infonya secara nggak sengaja dari rombongan lain yang lagi tour).

Ternyata, di lokasi terowongan juga sudah menunggu Bapak Satpam lain dengan pertanyaan yang sama, dan solusinya juga sama … :p
Masuk ke dalem terowongan, ternyata sampe’ ke bawah bangunan bulet tadi, yang ternyata isinya adalah Genset raksasa dan instrumen-instrumen PLTA. Dari keterangan yang ada di pintu masuk terowongan, bangunan itu diresmikan tahun 1967 oleh Bapak Soeharto.

Perjalanan dilanjut ke pinggir danau Jatiluhur. Lha kok malah gratis … Tukang parkir juga engga’ ada …
Zaldy sama Dyza puter-puter naek sepeda rel yang kayak di Taman Safari.

Karena engga’ ada “tontonan” dan permainan lain yang bisa dinikmati kecuali danau (sebenarnya sih ada perahu, tapi berhubung cuaca panas banget, semua pada males), ya udah kita duduk-duduk aja di atas tiker sambil menikmati bekal makanan ringan yang dibawa dari rumah.

Pas udah laper, makan siang di warung yang ada di pinggir danau. Menunya ayam bakar … Rasanya? Standard-standard aja, tapi kan semua laper jadi ya enak-enak aja …
Harganya? Agak mahal, mungkin karena lokasinya …

Pulangnya agak aneh, karena kita nyasar-nyasar dulu sebelum ketemu jalan keluar dari kompleks Jatiluhur, dan engga’ lewat jalan yang kita lewati waktu masuk kesana.
Di jalan sempat hujan, tapi udah reda waktu kita istirahat sholat Dhuhur di Tol Cikampek.
Nyampe’ rumah, Dyza badannya agak anget. Moga-moga aja engga’ keterusan (jadi sakit) …

Sehari-Hari, WisataApril 2, 2006 9:26 pm

Sesuai edaran pemerintah, Sejak Kamis hingga hari ini, Minggu, adalah hari-hari libur … puanjang banget kan? Kamisnya adalah Hari Raya Nyepi, Jum’at yang seharusnya HarPitNas, dijadiin “libur” resmi oleh pemerintah, dengan mengambil jatah cuti tahunan (cuti bersama 2006), trus Sabtu Minggu adalah libur seperti biasa …

Kamis? Belanja bulanan di Carrefour Ambassador … plus seperti biasa, puter-puter mall ambassador dan ITC Kuningan.

Jum’at? Beli sepeda buat Mas Zaldy sekalian beli mainan (juga buat si Emas) di Pasar Prumpung. Sepeda yang sekarang dipake udah kekecilan, jadi kita beliin sepeda baru yang agak gedhean dikit.

Sabtu? Ke Carrefour lagi, pengennya sih beli barang yang lagi di-discount lumayan gedhe. Eee… ternyata udah habis. Sengaja berangkat sore, karena memang rencananya langsung dilanjut ke Ancol. Pengen liat air mancur yang katanya bisa joget. Berhubung nyampe’nya baru jam 17:30, padahal “acara”-nya dimulai jam 19:00, akhirnya muter-muter dulu di pasar monas, nyari-nyari siapa tahu ada yang bisa dijadiin “oleh-oleh”.

Habis sholat Maghrib, langsung ke tempat pertunjukan air mancur naik kuda. Dyza seneng banget, “Naik kuda yoook …” Ternyata, pertunjukan air mancur memang oke punya … Dengan diiringi beberapa lagu: Betawi, Indonesia, plus Barat, air mancurnya “njoget-njoget” sama bergonta-ganti warna.

Selain itu, juga diselingi sama pertunjukan laser yang menceritakan sejarah Jakarta, sama beberapa “cerita” ringan yang berintikan animasi laser. Pantes-lah kalo harganya muahal banget (denger-denger sih 26milyar).

Setelah hampir satu jam, Zaldy juga udah “Ngantuk Yah …”, akhirnya kita pulang. Alhamdulillah, jalanan luancar banget.

Minggu? Fuih, kayak nggak ada capeknya, kita masih jalan juga ke Depok, ke tempat Om Eki. Untung Margonda masih belum macet. Nggak ketemu di rumah, karena emang nggak janjian dulu, akhirnya ketemu di Mall Depok (ada Om Eki, ada Budhe Muth, ada Mbak Dila sama adiknya, Affa). Zaldy dan Dyza malah kesenengan, karena disana ada arena mandi bola yang lumayan besar (tapi mahal, hehehe … 15ribu per-anak).

Nganter Om Eki, sholat Dhuhur, ngobrol-ngobrol, setelah itu baru pulang ke Bekasi …

Seru deh pokoknya liburan panjang empat harinya …