Lagi-lagi liburan panjang, walaupun kali ini nggak terlalu panjang, “cuman” 3 hari (Sabtu-Minggu-Senin).

Biar engga’ bosen, jalan-jalan kita kali ini sengaja mengambil tujuan daerah yang agak “aneh”, yaitu bendungan Jatiluhur, yang dimanfaatin juga sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Berangkat dari rumah jam 09:00, masuk tol Cikampek ke arah Bandung lewat ruas Cipularang, keluar di pintu keluar Jatiluhur. Mungkin karena masih agak pagi, atau hari ini adalah hari kedua liburan, jalanan engga’ terlalu macet, malah cenderung sepi di ruas Cipularang-nya.

Nyampe’ Jatiluhur jam 10:15, muter-muter dulu, karena daerahnya memang masih agak asing, lalu iseng masuk aja ke lokasi yang ada tulisannya Waduk Jatiluhur. Ternyata sama Pak Satpam ditanyain surat masuk-nya (katanya bisa dapet di bagian Humas). “Wah, nggak ada tuh Pak” … Pas kita mau puter balik ke daerah wisatanya, si Bapak bilang, “Ya kalau nggak ada surat, bisa sih masuk tapi bayar, 2500 per-orang …” Ternyata … :p

Di bendungannya, yang bisa diliat adalah bangunan bulet buuuesar dan duuualem (kayaknya sih bagian utama dari PLTA-nya). Setelah puter-puter di jalan yang disediakan, kita pergi ke terowongan (dapet infonya secara nggak sengaja dari rombongan lain yang lagi tour).

Ternyata, di lokasi terowongan juga sudah menunggu Bapak Satpam lain dengan pertanyaan yang sama, dan solusinya juga sama … :p
Masuk ke dalem terowongan, ternyata sampe’ ke bawah bangunan bulet tadi, yang ternyata isinya adalah Genset raksasa dan instrumen-instrumen PLTA. Dari keterangan yang ada di pintu masuk terowongan, bangunan itu diresmikan tahun 1967 oleh Bapak Soeharto.

Perjalanan dilanjut ke pinggir danau Jatiluhur. Lha kok malah gratis … Tukang parkir juga engga’ ada …
Zaldy sama Dyza puter-puter naek sepeda rel yang kayak di Taman Safari.

Karena engga’ ada “tontonan” dan permainan lain yang bisa dinikmati kecuali danau (sebenarnya sih ada perahu, tapi berhubung cuaca panas banget, semua pada males), ya udah kita duduk-duduk aja di atas tiker sambil menikmati bekal makanan ringan yang dibawa dari rumah.

Pas udah laper, makan siang di warung yang ada di pinggir danau. Menunya ayam bakar … Rasanya? Standard-standard aja, tapi kan semua laper jadi ya enak-enak aja …
Harganya? Agak mahal, mungkin karena lokasinya …

Pulangnya agak aneh, karena kita nyasar-nyasar dulu sebelum ketemu jalan keluar dari kompleks Jatiluhur, dan engga’ lewat jalan yang kita lewati waktu masuk kesana.
Di jalan sempat hujan, tapi udah reda waktu kita istirahat sholat Dhuhur di Tol Cikampek.
Nyampe’ rumah, Dyza badannya agak anget. Moga-moga aja engga’ keterusan (jadi sakit) …