Lebaran adalah acara kumpul-kumpul, dan tentu saja silaturahim. Karena kita berasal dari Jombang dan Nganjuk, jadi jarak atau pembagian acara belum pernah menjadi masalah. Kalau tahun kemaren, sholat Ied di Nganjuk, tahun ini sholat Ied di Jombang. Biasanya, setelah sholat Ied, acara dilanjut di Jombang, silaturahmi ke sodara-sodara Ibuk (YangTi-nya Zaldy) yang hampir semuanya asli Jombang.

Makam BapakRombongan besar (kali ini ada 4 mobil) berangkat dari rumah Kebon Rojo sekitar jam setengah sepuluh (siang banget dech, tunggu-tungguan soalnya. Padahal biasanya jam 8 kita udah berangkat), langsung ke desa Menganto, tempat Mbah Buyut (neneknya Ibuk, satu-satunya sesepuh yang masih ada) tinggal. Sudah sepuh, tapi masih ingat satu-per-satu cucu dan cicitnya. Hebat ya …

Lanjut ke rumah peninggalan Emak (ibunya Ibuk) di desa nDongeng, silaturahmi dengan sodara-sodaranya Emak yang masih ada dan tinggal di sekitaran situ, trus lanjut ke desa mBranjang, tempat hampir seluruh sodara Emak yang lain tinggal, plus tempat dimana almarhum Bapak, Emak dan Abah dimakamkan.

Hampir tidak ada yang berubah dari tahun-tahun sebelumnya, kecuali bahwa areal pemakaman Bapak sekarang sudah diberi jalan ber-paving block (sudah hampir setahun), tapi sayangnya jadi tambah panas (ada beberapa pohon yang terpaksa ditebang untuk membuat jalan tersebut). Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, acara silaturahmi diakhiri dengan do’a bersama untuk almarhum Abah, Emak, dan Bapak. Semoga arwah Abah, Emak, dan Bapak diterima di sisi Allah swt, dan senantiasa mendapat kemudahan dan ketenangan di alam sana. Amien …

Dan satu lagi yang baru, yaitu salah satu sodaranya Ibuk membuka kolam renang di tengah desanya. Hari pertama pembukaan ya pas Lebaran ini. Sempat mampir buat salam-salaman karena lokasinya deket sama makam, sebelum acara di desa asal Ibuk diakhiri di rumahnya Om Gaguk (adik saya) untuk acara makan siang bersama.

Mengingat besok-besok acara diperkirakan padat, akhirnya kita teruskan acara silaturahmi ke Kediri, dimana keluarga dari Bapak bermukim (Bapak memang asli Kediri). Rutenya agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini diawali dengan silaturahmi ke Bulek Nung, trus ke Pak Wi, dan berakhir pas Maghrib di rumah peninggalan Embah (nenek saya dari Bapak, kalau nenek dari Ibuk saya memanggilnya Emak), yang sekarang ditempati oleh Bude Muth.